Berlibur ke luar negeri tentu menjadi pengalaman yang menyenangkan. Selain menikmati budaya dan destinasi baru, membawa oleh-oleh untuk keluarga dan teman menjadi suatau keharusan. Namun, sering kali wisatawan menghadapi kendala saat membawa oleh-oleh, seperti aturan bea cukai hingga risiko barang rusak selama perjalanan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tips membawa oleh-oleh dari luar negeri agar oleh-oleh tetap aman dan tidak menyulitkan perjalanan.
Dalam uraian ini, maka akan membahas berbagai tips membawa oleh-oleh dari luar negeri agar bisa membawa pulang barang dengan nyaman dan tanpa masalah. Simak panduan berikut agar perjalanan semakin lancar dan bebas hambatan.
1. Isi Custom Declaration Secara Online
Tips membawa oleh-oleh dari luar negeri yang harus diperhatikan yaitu dengan isi custom declaration secara online. Dengan melakukan ini lebih awal, maka tidak perlu terburu-buru mengisi formulir di lokasi atau merasa panik saat berhadapan dengan petugas bea cukai.
Panik atau kebingungan saat pemeriksaan dapat menimbulkan kecurigaan, yang bisa berujung pada pemeriksaan lebih mendalam terhadap barang bawaan. Selain itu, dengan mengisi formulir secara online, selain itu juga dapat memastikan bahwa semua informasi yang diberikan benar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga mengurangi kemungkinan masalah saat proses pemeriksaan berlangsung.
2. Hindari Menggunakan Kardus untuk Mengemas Barang
Menghindari menggunakan kardus untuk mengemas barang merupakan salah satu tips membawa oleh-oleh dari luar negeri. Meskipun kardus sering digunakan untuk mengemas oleh-oleh atau barang bawaan dari luar negeri, penggunaan kardus sebagai kemasan utama sebenarnya bisa menimbulkan kecurigaan di mata petugas bea cukai.
Barang yang dikemas dalam kardus lebih mungkin diperiksa karena bisa saja berisi barang yang tidak sesuai dengan ketentuan atau bernilai tinggi yang belum dilaporkan. Agar perjalanan lebih lancar, sebaiknya barang bawaan, termasuk oleh-oleh, dicampurkan dengan pakaian atau barang pribadi lainnya di dalam koper.
Selain mengurangi kemungkinan pemeriksaan mendalam, cara ini juga lebih praktis dan aman, terutama untuk barang yang rentan rusak. Menggunakan koper juga dapat membantu menjaga barang tetap rapi dan mempermudah mobilitas saat berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
3. Jujur Melaporkan Barang Bawaan
Kejujuran dalam melaporkan barang bawaan saat melewati pemeriksaan bea cukai sangat penting untuk menghindari masalah di kemudian hari. Jika membawa barang dengan jumlah atau jenis yang wajib dilaporkan, pastikan untuk mencantumkannya dengan benar dalam formulir deklarasi.
Menyembunyikan barang atau tidak melaporkannya bisa berakibat serius, mulai dari pemeriksaan lebih lanjut, denda, hingga penyitaan barang yang tidak dilaporkan. Petugas bea cukai memiliki pengalaman dalam mengidentifikasi barang yang mencurigakan, sehingga mencoba menghindari pelaporan hanya akan meningkatkan risiko diperiksa.
Dengan bersikap jujur, maka tidak hanya mematuhi peraturan, tetapi juga dapat menyelesaikan proses pemeriksaan dengan lebih cepat dan tanpa kendala.
4. Perhatikan Batas Harga Barang
Saat berbelanja di luar negeri, penting untuk mengetahui batas harga barang yang diperbolehkan masuk ke Indonesia tanpa dikenakan pajak tambahan. Hindari membeli barang dengan nilai lebih dari USD 1.500 agar tidak mengalami kesulitan saat pemeriksaan di bea cukai.
Selain itu, total nilai barang pribadi yang dibawa sebaiknya tidak melebihi USD 500 per orang. Jika membawa barang dengan nilai lebih dari batas tersebut, bersiaplah untuk membayar pajak tambahan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Mengetahui aturan ini sejak awal dapat membantu merencanakan belanja dengan lebih bijak dan menghindari kejutan yang tidak diinginkan saat tiba di bandara.
5. Batasi Jumlah Makanan yang Dibawa
Jika berniat membawa makanan sebagai oleh-oleh dari luar negeri, pastikan untuk memperhatikan batas maksimal yang diizinkan. Setiap penumpang hanya diperbolehkan membawa makanan dengan total berat tidak lebih dari 5 kg.
Batasan ini berlaku untuk semua jenis produk pangan yang dibawa untuk konsumsi pribadi, termasuk camilan, makanan khas daerah, atau produk olahan lainnya. Membawa makanan dalam jumlah berlebihan bisa berisiko menyebabkan barang disita oleh petugas bea cukai, terutama jika produk tersebut termasuk dalam kategori yang memerlukan izin khusus.
Oleh karena itu, sebelum berangkat, ada baiknya mengecek regulasi terkait jenis makanan yang diperbolehkan dan memastikan jumlahnya tidak melebihi batas yang telah ditetapkan.
6. Campurkan Barang dalam Koper
Mencampurkan barang dalam koper merupakan langkah terakhir mengenai tips membawa oleh-oleh dari luar negeri. Agar proses pemeriksaan bea cukai lebih lancar, cobalah untuk mengemas barang bawaan dengan lebih strategis.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mencampurkan oleh-oleh dengan pakaian atau barang pribadi lainnya dalam koper. Dengan cara ini, koper Anda akan terlihat lebih seperti barang bawaan pribadi biasa, sehingga mengurangi kemungkinan diperiksa secara mendalam oleh petugas.
Jika barang terlihat rapi dan tersusun secara alami di dalam koper, petugas biasanya akan lebih enggan untuk membongkarnya. Selain itu, cara ini juga membantu melindungi oleh-oleh dari kemungkinan kerusakan akibat pemeriksaan yang terlalu ketat.
Membawa oleh-oleh dari luar negeri memang memerlukan perencanaan agar perjalanan tetap nyaman dan bebas kendala. Dengan memahami aturan bea cukai, memilih oleh-oleh yang praktis, serta mengemasnya dengan aman, maka dapat memastikan barang bawaan tetap utuh hingga tiba di rumah.Dengan adanya tips membawa oleh-oleh dari luar negeri ini maka dapat membantu dalam perjalanan berikutnya.